Lewati ke konten

Pilar 2 · Medan Nan Balinduang

Pelatihan warga dalam satu ruang belajar.

Pilih sebuah pelatihan untuk melihat pengelola dan susunan modulnya. Isi materi, evaluasi, serta diskusi dibuka melalui akun warga sesuai sasaran nagari.

Katalog dapat dijelajahi publik

Akun warga hanya diperlukan ketika mulai mempelajari materi.

Daftar Pelatihan

1 pelatihan tersedia.

Modul tidak dipisahkan dari pelatihannya. Buka sebuah kartu untuk melihat susunan pembelajaran secara utuh.

Sistem Telekomunikasi sebagai Infrastruktur Nagari Creative Hub BASAMO NCH SMART LEARNING CENTER
Terkunci

Sistem Telekomunikasi sebagai Infrastruktur Nagari Creative Hub

Sesi kedua rangkaian pelatihan. Materi ini membahas sistem telekomunikasi sebagai fondasi teknis bagi seluruh layanan digital nagari, mulai dari platform BASAMO, sistem peringatan dini bencana berbasis IoT, sampai aktivitas Nagari Creative Hub. Peserta diajak memahami bahwa jaringan bukan sekadar urusan operator, melainkan prasyarat yang menentukan apakah layanan digital nagari dapat berjalan atau tidak.Empat pokok bahasan: Konsep dan arsitektur. Definisi telekomunikasi menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999, lima komponen sistem komunikasi, prinsip dasar nirkabel yang mencakup frekuensi, panjang gelombang, modulasi, dan bandwidth, arsitektur jaringan seluler beserta konsep sel dan handover, serta evolusi jaringan 2G sampai 5G.Konektivitas dan layanan. Karakteristik WiFi pada pita 2,4 GHz dan 5 GHz, perbandingan peran jaringan seluler dan WiFi, serta tantangan propagasi pada wilayah berbukit beserta solusi alternatifnya..Manfaat untuk nagari. Kedudukan Nagari Creative Hub sebagai pusat aktivitas dan empat pilar pengembangannya, yaitu literasi digital, konten kreatif, ekonomi digital, dan pariwisata nagari. Contoh implementasi. Penerapan ekosistem Smart Village pada Nagari Pangian, Tanjung Haro Sikabu-kabu, dan Koto Tangah.Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan mampu menjelaskan cara kerja jaringan seluler dan WiFi, membedakan peran keduanya, serta mengenali penyebab sinyal lemah di wilayah bertopografi berbukit.

Pengajar atau Pengelola
  • Muhamad Wahyu Iqbal Universitas Negeri Jakarta
  • Yusuf Syani Universitas Negeri Jakarta
1 Modul Lihat Pelatihan